Informasi & Publikasi

Tim TPHP Diundang BPPOM Rapat Fasilitasi Standarisasi Produk Pangan

27 Februari 2026

Tim TPHP Diundang BPPOM Rapat Fasilitasi Standarisasi Produk  Pangan

Tim Teknologi Hasil Pertanian dan Perikanan (TPHP) Universitas Andalas menghadiri undangan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dalam kegiatan Rapat Fasilitasi Standardisasi Keamanan, Mutu, dan Manfaat Pangan Olahan yang dilaksanakan pada 27 Februari 2026 di Jakarta.

Undangan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan standarisasi Tepung Biji Karet sebagai Bahan Baku Pangan yang diajukan oleh Tim TPHP. Dalam forum ini, tim mempresentasikan hasil kajian keamanan produk inovasi berbasis biji karet, khususnya terkait aspek keamanan pangan, potensi bahaya kimia, serta strategi mitigasi risiko yang diperlukan sebelum dapat direkomendasikan sebagai bahan baku pangan.

Presentasi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Novizar, M.Si bersama tim peneliti, yakni Cesar Welya Refdi, STP., M.Si dan Felga Zulfia Resdiana, STP., M.Si. Kajian yang dipaparkan merupakan hasil studi terhadap biji karet yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dengan fokus pada analisis kandungan senyawa berpotensi toksik dan metode pengolahan untuk memastikan keamanan konsumsi.

Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua yang mempertemukan Tim TPHP dengan para pakar nasional. Hadir sebagai Tim Ahli dalam diskusi tersebut Prof. Dr. Sugiyono dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Prof. Abdul Munim dari Universitas Indonesia. Diskusi berlangsung intensif dan konstruktif, membahas berbagai aspek teknis dan regulatif, termasuk batas cemaran kimia, validasi proses detoksifikasi, serta parameter keamanan yang harus dipenuhi untuk memperoleh pengakuan standar.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal non-konvensional sebagai bahan baku pangan yang aman, bermutu, dan bernilai tambah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan regulator diharapkan dapat mempercepat proses standardisasi sekaligus memastikan bahwa inovasi pangan berbasis sumber daya lokal tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Melalui forum ini, Tim TPHP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset berbasis sains yang kuat, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam diversifikasi dan kemandirian pangan berbasis potensi lokal Indonesia.

WhatsApp